Wednesday, November 29, 2017

My Unforgettable Wedding on March 2017
























Unforgettable Our Wedding memory,
Wiwik Sri Wulandari (Wiwik) and Nicodemus G. (Nico)
11th of March 2017 at GKJ Minomartani Yogyakarta
Our Wedding Party at Ramayana Ballet Prambanan
12th of March, 2017

Wednesday, October 25, 2017

Prodi Seni Rupa Murni FSR ISI Yogyakarta Terakreditasi A

Segala puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kasih, setelah perjuangan dan kerja keras yang cukup panjang, keluarga besar Prodi Seni Rupa Murni Fak.Seni Rupa ISI Yogyakarta di tahun 2016 tepatnya pada tanggal 26 Agustus 2016 mendapatkan prestasi terbaik yaitu Terakreditasi dengan Nilai A dari BAN-PT, score yang diperoleh adalah 377 (score di atas 365 kategori : Sangat Baik).
Inilah persembahan terbaik dari kepemimpinan Kaprodi Wiwik Sri Wulandari, S.Sn., M.Sn. dan Sekprodi Nano Warsono, S.Sn., M.A. (masa jabatan 2012-2016), namun kerja keras ini juga didukung oleh civitas academica Prodi Seni Rupa Murni baik para dosen dan mahasiswa. Prestasi terbaik ini belum pernah diraih pada masa-masa kepemimpinan sebelumnya, baik pada masa STSRI ASRI sampai menjadi FSR ISI Yogyakarta.

https://banpt.or.id/direktori/prodi/pencarian_prodi



Sebuah torehan tinta emas yang akan dikenang sepanjang masa oleh karena prestasi ini. Harapan selanjutnya adalah mempertahankan nilai terbaik ini dengan terus mengutamakan kualitas pembelajaran, memperbaiki sistem pendidikan melalui kurikulum yang terus menjawab perkembangan seni dan budaya, menjaga nilai-nilai luhur sebagai bangsa dan negara, menyiapkan lulusan memiliki kemampuan softskill yang diselaraskan dengan kebutuhan para stake holder dan jejaring artworld, serta mempertahankan kualitas lulusan agar siap menjadi seniman akademik yang profesional. Semoga atas dukungan semua pihak, baik dosen, mahasiswa, alumni maupun para user dan stake holder, Prodi Seni Rupa Murni FSR ISI Yogyakarta terus maju dan meraih visi dan misi nya. Viva Seni Rupa Murni FSR ISI Yogyakarta !!!


Saturday, June 18, 2016

Prodi Seni Rupa Murni FSR ISI Yogyakarta Diakreditasi 2016

Agenda penting 5 tahunan untuk Prodi Seni Rupa Murni FSR ISI Yogyakarta telah diselenggarakan Visitasi assesor BAN PT dalam rangka Akreditasi Prodi tingkat Strata-1 (Sarjana) pada tanggal 30-31 Mei 2016. Dua assessor BAN PT yang melakukan visitasi akreditasi adalah Dr.Djuli Djatiprambudi,M.Sn. dan Prof.Dr.Ruddy Pakasi,M.Pd.

Sebagai Ketua Prodi Seni Rupa Murni FSR ISI Yogyakarta, Wiwik Sri Wulandari, M.Sn. mengkoordinasikan agenda penting lima tahunan ini dengan melibatkan Tim dosen aktif, dosen purnatugas, mahasiswa, alumni dan user/stakeholder. Selain itu mengundang para assesor dalam agenda Pameran Tunggal perupa Nasirun, tgl 29 Mei 2016 dan Pameran ArtJog #9 di JNM ( Jogja Nasional Museum) tgl 31 Mei 2016. Syukur pada Tuhan YME akhirnya semua agenda yang direncanakan dapat terlaksana dengan baik dan lancar, berkat Rahmat Tuhan. Harapan semua pihak yang telah bekerja keras dan mendukung agenda akreditasi ini, berharap nilai Akreditasi prodi mendapat hasil maksimal, selaras dengan keberhasilan prodi Seni Rupa Murni FSR ISI yang telah menghasilkan seniman-seniman dan pengamat Seni rupa yang berkapasitas nasional maupun internasional.





Ketua Prodi Seni Rupa Murni FSR ISI Yogyakarta, Wiwik Sri Wulandari, M.Sn. mendampingi para Tim dosen dan assessor BAN PT dalam rangkaian kegiatan visitasi Akreditasi Prodi 2016. Semoga menuai keberhasilan. Viva Prodi Seni Rupa Murni FSR ISI Yogyakarta!!!

(By Wiwik SW@2016)

Wednesday, June 8, 2016

My Profile

Wiwik Sri Wulandari 

ECO ART : Transformative Arts and Culture of Sustainability at UiTM Malaysia 2016

Wacana dan kesadaran tentang ECO ART menjadi tema dan pembahasan krusial bagi negara-negara ASEAN pada dekade terakhir ini. ISI Yogyakarta telah mengawali inisiatif gagasan penting ECO ART pada bulan Oktober 2015, dengan mengundang pembicara dari Silpakorn University Thailand dan UiTM shah alam Malaysia. Agenda pertama di ISI Yogyakarta membuahkan kesadaran baru akan pentingnya posisi perguruan tinggi Seni negara-negara ASEAN dalam memberi kontribusi kultural dan sosial untuk dunia. Malaysia pun tak kalah cepat merespon peluang strategis di wilayah ASEAN, pada tanggal 10-13 Mei 2016 (belum genap setahun dari penyelenggaraan perdana di ISI Yogyakarta), UiTM Shah Alam mengundang beberapa perguruan tinggi seni strategis negara ASEAN dalam event  the ASEAN Arts and Design Symposium Workshop (ANDES 2016).

ISI Yogyakarta mewakilkan dua pembicara yaitu Dr.Suastiwi,M.Des dan Wiwik Sri Wulandari, M.Sn.(saya), sedangkan Silpakorn University mewakilkan 3 pembicara, Cambodia mewakilkan 1 peserta dari Royal Art Academy of Cambodia. Selebihnya 2 pembicara dari tuan rumah yaitu UiTM shah alam Malaysia. Pada agenda kedua, tahun 2016 membahas issue strategis pentingnya Transformative Art and Design based on ECO ART sebagai proses penting dalam menerapkan ilmu seni di masyarakat. Seni Rupa dan desain memiliki peran dalam menjawab persoalan sosial, lingkungan hidup. Namun diperlukan kolaborasi dan sinergi dari bidang ilmu lain dan masyarakat itu sendiri, sehingga manfaatnya lebih dirasakan publik. (Penulis: Wiwik S.Wulandari 2016).

Peserta symposium dan workshop ECO ART di UiTM shah alam Malaysia 2016
Wiwik Sri Wulandari sebagai pembicara symposium ANDES 2016

Wiwik Sri Wulandari di KLCC Malaysia 2016

Wiwik Sri Wulandari,M.Sn. dan Dr.Suastiwi,M.Des. di KLCC Malaysia 2016


ASEAN Artist and National Artist of Thailand Collaboration Program 2015

Pada bulan Agustus 2015, saya sebagai wakil dari artist dan dosen seni Indonesia mendapat kesempatan memenuhi undangan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Thailand dalam rangka program Art Collaboration antara seniman negara-negara ASEAN dengan National Artist of Thailand dan memberikan workshop Seni pada para siswa-siswi SMU maupun mahasiswa di Thaksin University of Songkhla, Thailand. Sebagai printmaking artist, saya memberikan materi printmaking workshop (Seni Grafis) pada para mahasiswa dan siswa-siswi SMU di sebagian besar dari Songkhla Province Thailand. Karya-karya Seni yang dihasilkan oleh mereka dikompetisikan dan bagi pemenang mendapat penghargaan dari pemerintah Thailand. Kegiatan workshop diikuti ribuan peserta(mahasiswa, siswa-siswi dan para guru Seni). Sedangkan National Artists Thailand ada sekitar 30 seniman baik Perupa, desainer, arsitek, sastrawan dan budayawan. Kami peserta artist negara ASEAN berasal dari Indonesia, Vietnam, Myanmar, Malaysia.

Apresiasi terhadap Seni Grafis di Thailand cukup tinggi, salah satunya peran pemerintah Thailand yang terus menerus memicu program-program Seni di berbagai wilayah Negri Gajah Putih ini. Sungguh beruntung saya dapat melihat dan merasakan atmosfir seni di negri indah di Asia Tenggara ini. (Penulis: Wiwik S.Wulandari)




Wiwik Sri Wulandari memberikan materi workshop Seni Grafis di Thaksin University Thailand 2015




Wednesday, September 30, 2015

Monday, September 28, 2015

Selected Art Works


Illustration Art Works of Wiwik Sri Wulandari
 
Bla..Bla..Bla.., silkscreen and woodcut on paper, 30 x 40 cm, 1998
 
Wiwik Sri Wulandari, Bukan Seperti ini yang kami kehendaki, 105 x 61 cm, hardboard cut on paper, 1998
Wiwik Sri Wulandari, A Half Mind, Hardboard cut on paper, 30 x 40 cm, 2008
 
 

Wiwik Sri Wulandari, Daily Hitler's Game, 100x80cm, digital prints on canvas, 2008
 
Wiwik Sri Wulandari, Dance of the Couple, Relief prints/Collage prints, 40 x 40 cm, 1994
 
 Wiwik Sri Wulandari, About She and fungi, Drypoint on paper, 20 x 20 cm, 2006




 
 
 



Tuesday, June 9, 2015

Resensi Buku ST.Sunardi oleh Wiwik Sri Wulandari,M.Sn.


ST.SUNARDI, FLORIA DAN
CENTRE OF EXELLENCE
(catatan kecil atas buku karya
St. Sunardi: Vodka dan Birahi Seorang Nabi
oleh Wiwik Sri Wulandari, M.Sn. – dosen pada Jur.Seni Murni Fak.Seni Rupa ISI Yogyakarta "tercinta"

Membaca Buku karya St. Sunardi:
Vodka dan Birahi Seorang Nabi (penerbit Jalasutra,  Yogyakarta, 2012) tidak bisa dilepas begitu saja dengan seorang St. Sunardi yang sedemikian memiliki perhatian yang dalam terhadap persoalan seni, budaya dan religi. Sejumlah artikel yang dituangkan dalam buku ini merupakan kumpulan tulisan ilmiah beliau yang diintensikan untuk meneropong, menimbang dan mengkritisi dengan sangat  jelas, lugas, teliti, sekaligus cerdas mengenai persoalan seni, budaya maupun religi. Melalui gaya penulisan yang tak pelak mengundang decak kagum, karena tak disangka bahwa setiap artikel yang benar-benar ilmiah yang disampaikan beliau dengan gaya penulisan yang akrab, santai namun runut dan mengandung validitas keilmiahaan yang tinggi. Sepintas orang dibuat terpana, apakah tulisan ini adalah karya fiksi atau karya ilmiah. Saya jamin semua artikel yang beliau tuliskan adalah benar-benar tulisan yang sangat ilmiah dan sangat dapat dipertanggungjawabkan sebagai rujukan ilmiah bidang seni, budaya maupun religi. Demikianlah kekuatan bertutur dan berbahasa seorang St. Sunardi yang saya kira sudah melewati tahap formalisme berbahasa ilmiah sehingga menulis baginya juga adalah sebuah ekspresi berkesenian atau sudah mencapai pada tahapan interpretasi seni. Metode inilah yang mungkin juga dapat dijadikan sumur ilmu pengetahuan bagi setiap pembacanya. Menilik sejumlah artikel dalam buku ini, seorang St. Sunardi juga tidak lepas dari pengaruh beliau yang berlatarbelakang pengka!i budaya dengan pendekatan kajian budaya yang kental dengan nuansa kritisisme namun selektif dalam menjawab dan melahirkan gagasan-gagasan baru. Saya tentu tidak akan secara lengkap mencoba membaca keseluruhan artikel dalam buku St. Sunardi ini yang sangat kaya dan kritis pemikirannya ini. Namun yang dapat saya tawarkan hanyalah mencuplik dari sebagian tulisan beliau kepada anda sekalian.Sala" satu artikel yang menarik perhatian saya adalah tulisan beliau yang berjudul:
“Hidup ini Singkat, Floria … Perempuan dalamhidup Santo Agustinus (Hal 43-52).

Tulisan ini diintensikan sebagai pengantar buku Jostein Gaarder "vitabrevis", Jalasutra: Yogyakarta, 2005. Tulisan ini sepintas seperti kisah fiktif yang dikemukakan, namun jika kita menilik lebih dalam lagi, akan terungkap sisi-sisi historis dan upaya pembuktian keilmiahan yang semakin menguat ketika beliau harus membuktikan bahwa memang tulisan Vita Brevis karya Floria yang merupakan kekasih seorang Agustinus, seorang Bapa Gereja adalah benar-benar ada dan dapat dibuktikan eksistensi keberadaannya. Namun demikian secara kuat tulisan ini membawa kita pada sebuah kritisisme makna bahwa ada sisi humanisme yang dialami dalam fase kehidupan seseorang sekalipun ia adalah seorang Bapa Gereja yang suci dan agung. Sisi humanisme dalam hal ini adalah fase pengalaman jatuh cinta, pengalaman mencintai, bahkan kenakalan sensualitas, memiliki buah cinta dan hidup bersama dengan perempuan yang akhirnya tidak mendapat restu dari ibunda Agustinus (Monica). Sisi humanisme ini bukan sebuah hal yang selamanya Salah dan layak dihakimi begitu saja. Point kedua adalah bahwa konstruksi berpikir dengan semangat patriarki seorang Agustinus tidak selamanya mutlak dan absolut. Pandangan-pandangan objektif dari sisi perempuan, dan dari sisi memaknai  Tuhan dalam kehidupan seseorang perlu dijadikan pertimbangan yang juga tidak kalah penting dan berbobot. Bagaimana Floria memaknai hubungan cinta mereka adalah sebuah hubungan yang suci karena didasari keinginan yang mulia karena cinta yang sesungguhnya. Bagaimana akhirnya Floria memandang Tuhan dalam hidupnya adalah jauh lebih bermakna dan dalam. Baginya Tuhan Agustinus adalah Tuhan yang menakutkan, Tuhan Floria sebaliknya adalah cinta. Tuhan yang menciptakan surga dan bumi adalah Tuhan yang juga menciptakan Venus. Secara umum dapat dikatakan bahwa konstruksi Benar atau Salah untuk mengukur moralitas seseorang perlu direnungkan kembali, yang kedua apakah pandangan yang berkedok moralitas agamis itu menjadi sebuah jawaban mutlak, apakah tidak perlu meninjaunya dari sisi-sisi atau sekat-sekat yang lain?Tulisan tersebut mempertanyakan hal substansi itu. 

Tulisan kedua yang cukup menarik perhatian saya adalah tulisan St. Sunardi yang ditujukan untuk ISI Yogyakarta dengan judul:
ISI Yogyakarta: Centre of Excellence atau Centre of Common Sense (Hal.349-354). Tulisan ini merupakan artikel yang dimuat dalam Harian Kedaulatan Rakyat, 2004 sebagai upaya mengkritisi tulisan Prof. I Made Bandem yang berjudul:
ISI Yogyakarta: Peran, Kenyataan dan Tantangan.

Sebagai bagian dari civitas academika ISI Yogyakarta, bagaimanapun saya merasa sangat bangga memiliki ISI Yogyakarta yang dalam perjalanannya telah melahirkan ratusan bahkan ribuan sarjana seni yang telah memberikan peran yang cukup signifikan dalam mengisi perkembangan seni di Indonesia dan bahkan peran dalam dunia internasional. Melalui tujuan mulia yang dicanangkan Prof. I Made Bandem untuk menjadi centre of excellence atau pusat unggulan seni, secara umum hal ini tidak menjadi masalah yang signifikan, justru saya berterimakasih atas gagasan pemersatu yang menyemangati sejarah panjang perjalanan peran ISI Yogyakarta terhadap dunia. Namun demikian setelah saya juga membaca tulisan ST.Sunardi yang menawarkan gagasan centre of common sense yang bernafaskan pada pendidikan yang juga mampu menjangkau masyarakat sebanyak-banyaknya, menyentuh kepentingan pelbagai kelompok masyarakat, kepentingan budaya maupun seni orang-orang biasa, saya kira hal ini juga faktor yang perlu direnungkan dan dipertimbangkan kembali oleh ISI Yogyakarta sebagai sebuah penguatan gagasan. Saya kira gagasan S. Sunardi juga tidak semata-mata mengkritisi namun juga didasari
rasa kecintaan yang dalam terhadap ISI Yogyakarta, terbukti kejelian beliau menilai, meneropong dan merenungkan peran-peran yang dibawakan ISI Yogyakarta antara lain keunggulan ISI Yogyakarta dalam mengembangkan seni melalui kemampuan mengabsorbsi tradisi ke dalam karya-karya seninya. Sebagai contoh kekhasan karya-karya Heri Dono, misalnya tidak bisa dilepaskan dari keberhasilannya berdialog dengan tradisi secara mendalam sampai tingkat keberanian mendeformasi (kadang-kadang mendistorsi bentuk-bentuk seni tradisional. Warna lokal dihadirkan menjadi sebuah potensi keragaman kebudayaan dan pencerahan baru bagi dunia.

Kedua gagasan tersebut baik Centre of Excellence dan Centre of Common Sense
dapat dikolaborasikan menjadi sebuah penguatan dan pengkayaan baru dalam hal konsep pengembangan tujuan atau visi ISI Yogyakarta. Sebagai sebuah corps pendidikan tinggi seni yang selalu terbuka terhadap semangat zamannya (zeitgeist ). Namun juga nilai-nilai strategis zaman yang harus selalu dikritisi. Menjadi global namun juga perlu mempertimbangkan kekhasan lokal (tradisi sebagai bagian dari karakter bangsa, selalu menjadi nafas dalam berkesenian yang dilahirkan oleh insan-insan seni dari ISI Yogyakarta. Demikianlah ISI Yogyakarta menjadi semakin menjadi pusat unggulan seni yang selalu mendengar dan merasakan, peka terhadap nilai zamannya.

salam budaya!

CV Wiwik Sri Wulandari


2010
As the Speaker of international Urban Research Plaza Seminar in Gadjah Mada University, Yogyakarta, Indonesia which titled :
Distro : Independent Creativity for Independent Industry
(can be downloadable in http://urp.ucrc-yogya.or.id)

Join in the International Seminar of Religion and Arts, by the Faculty of Theology Duta Wacana Christian University

Join in the Blogging Workshop on Pesta Blogger 2010, Celebrating of unity, STMIK Amikom, Yogyakarta

Art Towards Global Competition Fine Art Exhibition, ISI Gallery Yogyakarta (Titled: Dream of Death, Drawing finishing with Digital print on paper, 80x60cm, 2010)

Fine Arts Exhibition of Art for Our Live, Eger, Hungary (titled: Tradition VS Modernity, digital prints on canvas,2010).

2011
Join in Japanese Calligraphy Workshop by Getsurei Mochizuki, supported by Japan Foundation Jakarta at Fine Art Department, Visual Art Faculty, Indonesia Institute of the Arts Yogyakarta.

Fine Arts Exhibition of Membaca Garis, Merayakan pak Broto, at ISI Gallery Yogyakarta. (Titled: The Joke is Over, acrylic on canvas, 2011)


Join in National Seminar of Art Education in Twenty One Century, Celebrating of Twenty Seven Years of Indonesia Institute of the Arts Yogyakarta

2012
Fine Arts Exhibition of Diversity in Harmony, Temple Gallery, Eger, Hungary, which titled "Striking Homer", ink and drawing on canvas, 2012.

Fine Arts Exhibition of Tegangan dan Artikulasi, ITB and ISI Yogyakarta, at ISI Gallery Yogyakarta (titled: Behind the Mask, ink and acrylic on canvas, 2012)

As the speaker of Management of Art Collection at ISI Gallery Yogyakarta (titled: Analisis SWOT yang tidak Sewot atas Kondisi Koleksi Jurusan Seni Murni FSR ISI Yogyakarta)

As the speaker of Book Discussion of ST.Sunardi: Vodka dan Birahi Seorang Nabi, (titled: ST.Sunardi, Floria dan Centre of Exellence) at Postgraduate Program of ISI Yogyakarta

2013
Fine Arts Exhibition of Reading Identity, at Downtown Art Walk Los Angeles, USA (titled: Perserving Tradition, ink and acrylic on canvas, 80x100cm, 2013).


Residence
Jalan Tengiri 7/23 Perum Minomartani, Sleman, Yogyakarta, Indonesia, 55581.
Email: wswulandari@gmail.com/ ws_wulandari@yahoo.com
Mob.Ph. +6281328138444

Fine Arts Department, Visual Arts Faculty
Indonesia of the Art Institute of Yogyakarta, Indonesia
Parangtritis street km. 6,5 Yogyakarta, Indonesia
Email/fb: prodisenimurni@gmail.com
Telp. +62-274-381590  fax. +62-274-371233
Website: www.isi.ac.id/www.fsr.isi.ac.id
Email: fsr@isi.ac.id


Yogyakarta, June 2014


Wiwik Sri Wulandari, M.Sn.

Painting and Printmaking Artworks of Me

  Wiwik S. Wulandari, Stop Food Over Consumption ,  Acrylic on canvas ( painting ), 60x80cm, 2021 Karya ini telah dipamerkan dalam Agenda In...